Masjid ini terletak di Maruyung, Cinere, Limo, Kota Depok. Atau kalau dilihat di www.wikimapia.org ada di alamat http://www.wikimapia.org/#lat=-6.38411&lon=106.772151&z=18&l=0&m=a&v=2. Saya sempat menandai posisi Masjid ini di HP GPS Nokia 6275 saya posisinya ada di S : 6,383587 (lintang selatan) dan E : 106.771773 (bujur timur), agak sedikit berbeda dengan yang ditunjukkan oleh wikimapia. Karena saya jarang menjelajah ke kota Depok, perjalanan ke Masjid ini dari rumah saya di Bekasi cukup memakan waktu dan membosankan.
Atas saran teman saya yang warga Depok, saya disarankan untuk melewati RS Fatmawati, karena jalanya lebih mudah dan tidak berliku-liku. Akhirnya saya bersama istri menuju ke depok, dari bekasi kami masuk tol Jati Asih (tol yang sebentar lagi akan menghubungkan antara Tol Cikampek dan Tol Jagorawi). Dari tol ini nanti saya ambil arah ke Pondok Indah dan keluar Fatmawati dan belok ke kiri. Setelah lurus mengikuti jalan, sampailah di UPN dan disitu ada tulisan/plang yang terkesan dibuat seadanya bertuliskan ‘Masjid Kubah Emas’ ke arah kanan. Dari sini tinggal ikuti jalan nanti sampai lampu merah dan belok ke kiri ke arah Depok. Jalan ini tinggal lurus terus nanti akan sampai ke Cinere Mall, sampai ke Pom Bensin, terus saja nanti sampailah di Masjid Dian Al-Mahri yang ada di sebelah kiri jalan. Jalan menuju ke lokasi cukup sempit (hanya 2 jalur) dan kalau kesana pada saat hari libur, banyak bis-bisa pariwisata yang berkunjung ke Masjid ini. Total waktu perjalanan dari Bekasi ke Masjid ini sekitar 2-Jam (cukup melelahkan memang).
Kami tiba di lokasi masjid ini sekitar jam 12 siang, sehingga pas bertepatan dengan waktu sholat dhuhur. Di lokasi ini sudah berkumpul masyarakat yang ingin menyaksikan Masjid ini secara langsung. Yang istimewa dari Masjid ini adalah kubahnya yang berlapis emas, konon dari buku buletin yang dijual di pintu masuk masjid ini, emas yang dipakai adalah emas 24 karat dari itali. Sungguh luar biasa indah kubah dari masjid ini.
Pintu masuk masjid ini dipisahkan antara pria dan wanita, dan di depan masjid ada tulisan dilarang masuk untuk anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Selain itu untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, sehingga kalau berkunjung kesana khususnya kaum hawa harus mengenakan jilbab. Alas kaki/sendal harus dititipkan ke bagian penitipan, dan tidak boleh ditinggal diluar. Hal inilah yang membuat pada jam-jam sholat, tempat penitipan alas kaki ini jadi sangat berjubel. Dan perlu diingat juga bahwa pada siang hari, halaman luar masjid/lantai depan masjid sangat panas, sehingga pihak pengurus masjid memberikan karpet plastik untuk mengurangi panasnya lantai halaman masjid.
Pengunjung dilarang menginjak rumput yang ada di taman sekitar mesjid. Buat pengunjung yang ingin berteduh dan sekerar beristirahat, di seberang masjid ada ruang serbaguna yang disediakan. Biasanya para pengunjung menggelar tikar di ruang serba guna ini sambil menikmati keindahan masjid ini.
Kalau saya boleh menyarankan, kalau berkunjung ke sana sebaiknya pagi-pagi sudah sampai, karena kalau siang, suasananya sangat panas, dan hindari berkunjung pas waktu sholat.
Masjid Dian Al Mahri ini diresmikan pada tanggal 31 Desember 2006 bertepatan dengan pelaksanaan sholat Idul Adha 1427 H oleh pendirinya Ibu Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan Bapak Drs H. Maimun Al Rasyid. Masjid ini juga disebut sebagai Masjid Kubah Emas, sesuai namanya masjid ini memang menggunakan material emas dengan 3 teknik pemasangan : pertama, serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota/pilar, kedua gold plating yang terdapat pada lampu gantung, ralling tangga mezanin, pagar mezanin, ornament kaligrafi kalimat tasbih di pucuk langit-langit kubah dan ornament dekoratif diatas mimbar mihrab, yang ketiga gold mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.
Masjid dengal luas 8000m2 ini berdiri diatas tanag seluas 70 Hektar, dan merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.
Masjid ini mampu menampung 15.000 jamaah untuk pelaksanaan sholat dan 20.000 jamaah untuk pelaksanaan majelis taklim.
Ruang utama masjid berukuran 45×57 meter yang bisa menampung 8.000 jamaah.
Masjid ini memiliki 6 minaret berbentuk segi enam yang tingginya masing-masing 40 meter. Ke 6 minaret ini dibalut granit abu-abu dari itali dengan ornamen yang melingkar. Pada puncak minaret terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.
Kubah masjid ini mengacu kubah yang digunakan masjid-masjid Persia dan India dan dibalut dengan mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya didatangkan dari Itali. Pada langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai warna langit pada waktu-waktu sholat. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan teknologi tata cahaya yang diprogram dengan bantuan komputer. (Artikel ini sebagian diambil dari Buletin Dian Al-Mahri Edisi 4 , Agustus 2007).
Koleksi Foto-foto :











Best regards from me…
Thanks for sharing u’r experince in travelling..
i am living at equator city… West Borneo.
AjjjjjiiiiiiieeebbbbBB…….!!!!!!!!!
Semoga mesjid yang indah ini dapat berfungsi sebagaimana mesjid yang dicontohkan Nabi. Selain tempat beribadah, juga sebagai tempat bersosial (berkumpul, tempat pendidikan sampai urusan politik) dan bukan hanya sebagai ‘museum’ saja. Katanya, kalo di dunia ini banyak mesjid yang besar-besar, megah dan indah tetapi hanya sebagai ‘museum’ saja maka itu merupakan tanda kalau hari kiamat sudah dekat….
terima kasih atas pengalaman berharga yang dipaparkan dalam tulisan. saya sangat bersyukur dengan adanya panduan ini.
ada yg tahu telp kubah emas, mau tanya2 acara di sana.
subhanallah…….!
kpn ente kesana….?
ane gk pernah kesana…..!
mngkin blom jodoh….!
thanks infonya….!
allahu akbar……?
alhamdulillah ane pernah mengunjungi masjid kubah emas walaupun baru 2 kali…
tapi kenapa motor dilarang masuk ke masjid sedangkan mobil bisa….?
klo jalan dari depan pintu masuk lumayan jauh sih dan panas…..?
tapi gk tahu sekarang motor masih gak parkirnya dipintu gerbang depan…?
wassalam.
@Pak Ajie,
Dari buku Panduannya Alamat Redaksinya :
Jl. Dian Al-Mahri No. 8A, Maruyung – Cinere – Limo – Kota Depok, Telp 021-9828 3309, 7788 0803, Fax 021-7788 0804
Mas sofyan, foto2xnya pake kamera 6275 bukan?
Mas Taufik,
Foto saya ambil menggunakan Nikon, cuma sudah diproses pakai Ms Photo Editor supaya tidak terlalu besar ukuran filenya.
luar biasa….
semoga masjid ini bisa bermanfaat bagi masyarakat umum.
saya alhamdulillah pernah kesana, bagus banget, semoga yang membangun masjid ini di mudahkan dalam mencari rezekinya, dan mendapat balasan surga dari alloh swt
saya pernah kesana, kebetulan rumah saya di kelapa dua, bagus banget, semoga yang membangun masjid ini mendapat balasan surga dari alloh swt, amiien, oh ya, sekedar usul aja nih, gemana klo ibu Hj dian membangun pesantren nya juga
Allahuakbar
alhamdulullah masjid tidak diresmikan oleh pimpinan negara, berarti tidak mengurangi keindahan ini masjid
oh yaa lupa sohib, kalo mau pake angkutan umum dari jakarta gimana yaa jalurnya
bagus kayak di timur tenggah suasananya
Saya jg pernh ksana, bagus, da tips buat tmn2 (khususny ibu2) da yg mo ksana siang2 jagn lupa bw payung or topi and sunblok kl gak mau gosong soalny puanass bgt jalan dpelatarannya..
makasih infonya, berguna bgt! saya blom pernah ksana, rencananya minggu ini mu ksana, skalian boyong kluarga/anak (5 th). tapi bener nih, anak -7th ga boleh dbw masuk mesjid? tp kalo k kompleksnya boleh kan?paling nggak kan bs gantian sama misoa…
Untuk masuk lingkungan sekitar masjid sih boleh…, ada ruangan luas kok buat sekedar beristirahat dan menikmati indahnya masjid.
Kalau masuk masjid kayaknya memnag tidak diperbolehkan, dan Pintu masuknyapun beda antara pria dan wanita, jadi memang kalau suami istri harus pisah (beda pintunya)
Jadi pingin mampir. Kapan ya…
Subhanalloh, kebetulan sekarang liburan anak-anak, jadi ada rasa ingin tahu juga untuk ke Kubah Mas. Ada yang tahu nggak kalau saya lewat sukabumi yang paling deket jalannya ke arah mana ya ?
kapan ya saya bisa melihat kubah emas!…………………………………………………………10000000000000000000000000000000000000000
Buat yang dari Jakarta, cari aja bis yang ke Depok, atau naik kereta Jakarta-Bogor turun di stasiun depok baru, trus naik angkot D-03 (depok-parung) minta turunin di “pertigaan parung bingung”,. dari situ bisa naik angkot, naik ojek, atau jalan kaki, udah ga jauh (kubahnya udah keliatan). yang dari sukabumi juga sama, naik bis sukabumi-depok aja…
semoga bermanfaat..
Kalau mau lebih manfaat: Jual saja dan uangnya dibagikan kepada fakir miskin dan anak yatim….! Tak ada perintah membangun masjid di qur’an…! [bukan tidak boleh lho...]
Sekiranya Allah tiada menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. (QS 22: 40)
Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS 9: 109)
Bung, coba yang bijak dong. semoga yang membangun masjid ini tidak berharap pujian orang tapi memang ikhlash untuk umat. Jadi tidak pantas anda berkomentar untuk menjual masjid dan dibagikan ke fakir miskin. Hak fakir miskin sudah ada dari sumber lain. Jadi jangan anda ganggu keikhlasan mereka dengan kalimat itu. Memang sungguh menakjubkan di jaman sekarang ini masih ada orang bisa dan mau mengeluarkan hartanya untuk umat dan siapa saja boleh meni’mati keindahannya tanpa kecuali. Coba kalau yang pegang amanah gak jujur, mungkin emasnya berubah jadi lempengan kuningan yang nempel di kubah atau bahkan malah cuma cat yang berwarna kuning. Jadi marilah kita syukuri bersama keindahan bangunan ini. Jangan ada yang menganggu keikhlasannya. Thanks
waw…. mantap om
thx infonya
[...] http://sofyanhadi.wordpress.com/2007/08/20/masjid-kubah-emas-masjid-dian-al-mahri-depok/ http://selembarkertas.blogspot.com/2006/09/lusuh-di-balik-kubah-emas_27.html [...]
Beberapa kali jum’atan ke sana, bagus dan enak mesjidnya. Adem dan teratur di dalam. Cuma sayangnya belakangan koq isi ceramahnya kental suasana “provokatif” ya? Merendahkan kelompok pengajian lain, atau menjelek-jelekan umat islam lain. Bukankah sebagai tujuan wisata rohani semestinya mengedepankan persatuan umat? atau setidaknya meningkatkan kek husyukanan dalam beribadah?
Gimana nih para ustadz? kapan maju negeri ini kalo gontok-gontokan terus ngga mau akur?
Thanks. Info ini berguna sekali.
Mau kesana diliburan ini.
subhanallah….
Insya Allah klo ada kesempatan ingin berkunjung ke masjid itu…
Kemubadziran yang sia2,
masih banyak rakyat miskin sengsara yang susah cari makan untuk diri dan keluarganya
masih banyak dhuafa yang bingung mau berobat kemana
masih lebih banyak lagi anak2 yang tidak mampu bingung mau belajar dimana
lebih manfaat kalau untuk pengembangan pendidikan, kesehatan dan pembukaan lapangan kerja untuk kaum dhuafa
boleh aku minta liputan dari sisi arsitek dan kontruksinya gak?
Smoga menjadi tempat yg betul2 untuk kemashlahatan umat dan syiar islam, bukan hanya sebagai tempat untuk jalan2. Amien.
Hukum Menghiasi Masjid dan Memperindahnya
Diriwayatkan dari Sa’id bin Abi Sa’id secara mursal, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kalian telah menghiasi masjid-masjid dan mushhaf-mushhaf kalian, maka kehancuranlah yang akan menimpa kalian.”
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku tidak diperintah untuk membuat megah masjid-masjid’,” (Shahih, HR Abu Dawud [448], Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah [463], al-Baihaqi [II/438-439], ath-Thabrani [13000-13003], Ibnu Hibban [1615]).
‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. berkata, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” (Mu’allaq, HR Bukhari, lihat Fathul Bari [I/539]).
Ketika ‘Umar menginstruksikan pembangunan masjid, ia berkata, “Lindungilah mereka dari hujan, dan janganlah sekali-kali kalian warnai merah atau kuning hingga mengusik hati mereka,” (Mu’allaq, HR Bukhari [I/539]).
Kandungan Bab:
1. Al-Baghawi berkata (II/349-350), “Yang dimaksud dengan tasyyiid adalah meninggikan dan memanjangkannya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT , ‘Di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh’,” (An-Nisaa’: 78).”
Yakni, masjid yang ditinggikan bangunannya. Dikatakan, Syaada ar-rojulu binaa’ahu yakni, lelaki itu meninggikan bangunannya.” Disebut buruj musyayyadah, yakni benteng yang tinggi lagi megah. Asy-syiid artinya membuatnya megah (dengan dikapur, dicat, atau lain sebagainya-pent..).
Masjid pada zaman Nabi saw. dindingnya dari batu bata, atapnya dari pelepah kurma, tiangnya dari batang kurma. Abu Bakar tidak menambahinya sedikit pun. Kemudian ‘Umar menarnbahinya, beliau merenovasinya seperti bangunan aslinya pada zaman Rasulullah, yakni dengan batu bata, pelepah kurma dan mengganti tiang-tiangnya dengan kayu. Kemudian ‘Utsman merubahnya, beliau banyak melakukan penambahan-penambahan di sana sini. Beliau membangun dindingnya dari batu berukir dan semen, mengganti tiangnya dengan batu berukir dan atapnya dengan kayu jati,” (HR Bukhari [446]).
Saya katakan, “Barangkali inilah yang dibenci oleh para Sahabat, yaitu tidak boleh menghiasi masjid dengan hiasan yang tidak ada gunanya.”
Perkataan Ibnu ‘Abbas r.a, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” maknanya, Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nasrani menghiasi tempat ibadah mereka setelah mereka menyelewengkan dan merubah-rubah ajaran agama mereka. Kalian akan berbuat sama seperti mereka. Kalian nanti akan berbangga-bangga dengan masjid-masjid dan berbangga-bangga dengan ornamen dan dekorasinya.”
2. Menghiasi masjid hukumnya haram, berdasarkan beberapa alasan berikut:
1. Bertentangan dengan As-Sunnah yang secara tegas menjelaskan bahwa yang disyari’atkan dalam pembangunan masjid adalah kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasi dan membuatnya megah. Rasulullah saw. sendiri telah mengatakan, “Bangunlah masjid seperti tempat berteduh yang dibuat oleh Nabi Musa, dari tepas dan kayu-kayu kecil. Sebab ajal kita lebih cepat datang daripada usia bangunan,” (Hasan, Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahihah [616]).
2. Dapat mengganggu konsentrasi orang-orang yang shalat di situ. Segala sesuatu yang dapat menghilangkan kekhusyu’an adalah dilarang, sebagaimana yang akan disebutkan dalam bab berikut.
3. Dapat menimbulkan mafsadat yang lebih besar, yakni berbangga-bangga dengan bangunan masjid.
3. Asy-Syaukani berkata dalam kitab Nailul Authaar (II/157-158), “Hadits ini menunjukkan bahwa menghiasi masjid termasuk perbuatan bid’ah.”
Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau membolehkannya. Diriwayatkan juga dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a, bahwa beliau membolehkan menghiasi mihrab. Al-Manshur Billah berkata, “Bahkan boleh menghiasi seluruh bagian masjid.” Al-Badrul Munir berkata, “Ketika orang-orang mulai meninggikan dan menghiasi rumah-rumah mereka, maka mereka menyelaraskan bangunan masjid dengan bangunan rumah mereka agar tidak dianggap merendahkan dan meremehkan masjid. Namun hal itu disanggah, karena apabila larangan tersebut tujuannya sebagai anjuran mengikuti generasi Salaf dalam hal meninggalkan kemegahan, maka perkataannya itu benar. Namun bila larangan tersebut disebabkan kekhawatiran hiasan-hiasan itu akan mengganggu konsentrasi orang yang shalat, maka perkataannya itu tidak benar, karena alasan larangannya tetap ada.”
Salah satu alasan yang diangkat oleh orang-orang yang membolehkannya adalah tidak adanya pengingkaran dari para Salaf terdahulu. Lantas mereka menganggapnya sebagai bid’ah hasanah. Dan hal itu dapat mendorong orang pergi ke masjid.
Alasan-alasan tersebut tidak dapat dijadikan hujjah bagi orang yang mendapat taufik. Terlebih lagi alasan tersebut bertentangan dengan hadits- hadits yang secara jelas menunjukkan bahwa menghiasi masjid tidak termasuk Sunnah Rasulullah saw, bahkan termasuk bermegah-megah yang diharamkan, termasuk salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan termasuk perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani. Sementara Rasulullah saw. selalu menyelisihi mereka dan menganjurkan kita agar menyelisihi mereka dalam perkara-perkara yang umum maupun khusus.
Alasan tidak adanya pengingkaran dari Salaf adalah alasan yang tertolak. Sebab menghiasi masjid adalah bid’ah yang dibuat-buat oleh daulah-daulah yang zhalim tanpa izin dari ahli ilmu. Mereka membuat-buat bid’ah tersebut tanpa terkendali lagi dan tidak seorang pun yang dapat mengingkarinya. Para ulama mendiamkannya untuk melindungi diri dari kekejaman mereka, padahal sebenarnya mereka tidak ridha. Bahkan sejumlah ulama pada masa-masa terakhir bangkit menentangnya. Para ulama itu meneriakkan dengan lantang di hadapan mereka celaan terhadap bid’ah tersebut,
Alasan, bahwasanya menghiasi masjid termasuk bid’ah hasanah adalah alasan bathil. Demikian pula alasan bahwa menghiasi masjid dapat mendorong orang untuk datang ke masjid juga alasan yang rusak. Sebab alasan bisa mendatangkan orang ke masjid dan membuat mereka menyukai masjid hanya berlaku atas orang-orang yang tujuan dan maksudnya ke masjid untuk melihat-lihat keindahan dan kemegahan masjid. Adapun bagi yang datang ke masjid dengan niat beribadah kepada Allah, ibadah yang disertai dengan kekhusyu’an -sebab ibadah tanpa kekhusyukan ibarat jasad tanpa ruh-, maka hiasan-hiasan tersebut jelas mengganggu konsentrasinya. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. terhadap pakaian Anbijaaniyah yang beliau kirim kepada Abu Jahm (karena mengganggu kekhusyu’an shalat beliau-pent.) dan sebagaimana telah disebutkan dahulu tentang kisah Rasulullah saw. merobek tirai yang bergambar. Membenarkan bid’ah yang menyimpang yang dibuat-buat oleh para raja membuat sebagian ahli ilmu terdesak ke lorong yang sempit. Mereka berusaha membuat-buat alasan yang lemah yang hanya pantas dikatakan kepada hewan-hewan ternak.”
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/389-392
Maaf , klo boleh saya numpang komentar ? Semua tergantung Niat orang untuk Ibadah , semoga Semua umat Muslim yang datang ke Masjid karena niat Ibadah untuk Alloh . Klo komentar masalah memperindah Masjid , dulu sama sekarang pasti jauh beda . Dulu pasti blm banyak tercipta warna Cat Dinding atau Ornamen2 . Apa bedanya dulu tidak ada motor/mobil , sekarang ada . Dulu Nabi Muhammad SAW syiar kemana2 jalan kaki/naik Onta , sekarang kita ada naik motor/mobil . Semua Niat kita ?????
mau nanya nih………. dimana ya alamayx n apa ada angkot lewat sekitar masjid.?????????
Sudah ada khan alamatnya, lengkap dengan koordinat gi google map.
saya dari bandung…bisa minta petunjuknya klo dr bandung kira2 angkutan umumnya gimana mas?? masalhnya saya datg sendiri bukan rombongan. apa masjid kubah emas itu ada jam buka/tutupnya gak?
ddduuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhh kepingin kesana dechhhhh btw boleh bawa anak usia di bawah 1 tahun g yach?????
@Mila
Rasanya sih boleh ya, setidaknya di halaman masjid. Yang jelas kalau masuk masjid harus menutup aurat
yg bgs lg dong??? lokasi dimn? jln akses gmn? gitu dong bs gak sih bkn blognya…???
Aslkum..
Subhanallah.. Smg keindahan Masjid Itu, Mencerminkan Hati para Jamaahnya… AMIN..
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
maaf mau menanyakan untuk no telp dian al mahri apakah masih sama dengan yang di atas…? kalau ada yang tau informasinya mohon di kabari… terima kasih sebelumnya…
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Wa’alaikumsalam,
Dicoba saja ya…
yA Allah Kpan aBang bZa nGajak Eneng Akad nIkah di mAsjId kUbah Emas…………………….
mIMpi x yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee…………………..
beuh pangen negh akad di kubah emas…, doain yah sodara2…
halo fira cantik…??? sekali deh…!!!
Kalau boleh tahu mesjid kubah emas ini designer-nya siapa ya dan kontraktor-nya dari mana, dari luar negeri atau anak bangsa sendiri. Mohon pencerahannya, soalnya material pendukungnya kelihatannya banyak yang impor, atas pencerahannya saya ucapkan terima kasih.
subhanallah……
Alhamdullilah kemarin kami baru bisa mengijakkan kaki di dalam masjid kubah mas….
Alhamdulillah…. Dzuhur, Asar, Magrib dan Isya dapat kami laksanakan disana….rasanya ibadah khusu disana…. di masjid yang begitu indah….
Rasanya nyaman banget berada di lingkungan masjid kubah mas tersebut……hijau….dingin….
Disaat doa…. tak terasa menetes air mataku….. akhirnya aku bisa juga sampai disana….
…..
Kebunnya yang luas…. ada pohon durennya….
ada yang tau alamat rumahnya nya ibu dian gak ya, aku ada perlu sekali dengan ibu dian, kalau ada yang tau, aku minta ya, please banget. txs
aku ada di negara jiran ni,pngen bnget ke sana ,tp jauh bnget,tp aku dah puas hati ko dah bs liat lngsung dari komputer,thanks ya photonya
subhnallah..nyang di dunia aja kaya gini.apalagi yg d akhirat??
subkhanallah…….
mnyukai…
bismaillah,aq mau ngrjain tgasq ngmbl jdul dri kbh mas….mga lncr.amien
yang punya ada anak perempuannya gak ya…..
Smoga menjadi tempat yg betul2 untuk kemashlahatan umat dan syiar islam, bukan hanya sebagai tempat untuk jalan2. Amien.
saya berniat untuk melaksanakan kegiatan Manasik Haji bagi anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).apakah bisa? karna usia anak-anak 4-6 tahun.kegiatan akan di laksanakan bulan november 2010
Bismillahirrohmaanirrohiim.
Saudara-saudariku yang semoga dirahmati Alloh.
Sekedar menambahkan dan mengingatkan kembali apa yang diposting oleh saudara usman.
Berikut artikel hukmu berkenaan megah dan indahnya mesjid.
Semoga Alloh senantiasa memberikan hidayah taufik pada pendiri mesjid kubah emas khususnya dan pada kita semua.
dicopy dari :
http://www.almanhaj.or.id/content/795/slash/0
MEMPERINDAH MASJID DAN BERMEGAH-MEGAHAN DENGANNYA
Oleh
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil
MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.
Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________
Diantara tanda-tanda lainnya yang menunjukkan dekatnya kiamat ialah orang-orang memperindah, menghias, bermegah-megahan dalam membangun masjid serta membangga-banggakannya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berasabda.
“Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid”. [Musnad Ahmad 3 : 134 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul Ummal. Al-Albani berkata Shahih. Lihat : Shahih Al-Jami'ush Shagir 6 : 174, hadits nomor 7298]
Dan dalam riwayat Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Diantara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid”. [Sunan Nasa'i 2 : 32 dengan syarah As-Suyuti. Al-Albani mengesahkannya dalam Shahih Al-Jami'ush Shaghir 5 : 213, nomor 5771, Shahih Ibnu Khuzaimah 2 : 282, hadits nomor 1322-1323 dengan tahqiq Dr Muhammad Musthafa Al-A'zhami. Beliau berkata Isnadnya shahih]
Al-Bukhari berkata : Anas berkata, “Orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid, kemudian mereka tidak memakmurkannya kecuali hanya sedikit. Maka yang dimaksud dengan At-Tabaahii (bermegah-megahan) ialah bersungguh-sungguh dalam memperindah dan menghiasinya”.
Ibnu Abbas berkata , “Sungguh kalian akan memperindah dan menghiasinya sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani memperindah dan menghiasi tempat ibadah mereka”. [Shahih Bukhari, Kitab Ash-Shalah, Bab Bunyanil Masajid 1 : 539]
Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu melarang menghiasi masjid dan memperindahnya, karena yang demikian itu dapat mengganggu shalat seseorang. Dan ketika beliau memerintahkan merehab Masjid Nabawi, beliau berkata, “Lindungilah manusia dari hujan, dan janganlah engkau beri warna merah atau kuning karena akan memfitnah (mengganggu) manusia”. [Shahih Bukhari 1 : 539]
Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada Umar, karena orang-orang tidak mau menerapkan wasiatnya, bahkan mereka tidak hanya memberi warna merah atau kuning, tapi sudah lebih dari itu hingga mengukir dan melukis masjid seperti melukis pakaian. Dan para Raja dan Khalifah sudah bermegah-megahan dalam membangun masjid sehingga sangat mengagumkan. Masjid-masjid yang dibangun dengan kemegahan semacam itu sebagaimana yang ada di Syam, Mesir, Maroko, Andalus dan sebagainya. Dan sampai sekarang kaum muslimin senatiasa berlomba-lomba dan bermegah-megahan dalam memperindah dan menghiasi masjid.
Tidak disangsikan lagi bahwa memperindah, menghiasi dan bermegah-megahan dalam membangun masjid termasuk perbuatan berlebih-lebihan dan mubadzir. Padahal, memakmurkan masjid itu adalah dengan melaksanakan ketaatan dan berdzikir di dalamnya, dan cukuplah bagi manusia sekiranya mereka sudah terlindung dari panas dan hujan di dalam masjid. Sungguh diancam dengan kehancuran apabila masjid-masjid sudah diperindah dan mushaf-mushaf sudah dihiasi sedemikian rupa. Al-Hakim At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.
“Artinya : Apalagi kamu sudah menghiasi (memperindah) masjid-masjidmu dan mushaf-mushafmu, maka kehancuran akan menimpamu”.[1]
Al-Munawi [2] berkata , “Maka memperindah masjid dan menghiasi mushaf itu terlarang, sebab dapat menggoda hati dan menghilangkan kekhusyu’an, perenungan, dan perasaan hadir di hadapan Allah Ta’ala. Menurut golongan Syafi’iyah, menghiasi masjid atau Ka’bah dengan emas atau perak adalah haram secara mutlak, dan dengan selain emas dan perak hukumnya makruh”.[Faidhul Qadir 1 : 367]
[Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA, Terbitan CV Pustaka Mantiq, hal.111-112]
_________
Foote Note
[1]. Shahih Al-Jami Ash-Shagir 1 : 220, hadit nomor 599, Al-Albani berkata, Isnadnya hasan. Dan beliau menyebutkan dalam kitab Silsilatul Ahaditsish Shahihah 3 : 337, hadit nomor 1351 bahwa hadist ini diriwayatkan oleh Al-Hakim At-Tirmidzi dalam kitab Al-Akyas Wal-Mughtarrin, halaman 78 dari Abu Darda secara marfu.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dengan mendahulukan dan mengakhirinya (membalik susunannya) dalam Kitab Az-Zuhdi halaman 275, hadits nomor 797 dengan tahqiq Habibir-Rahman Al-Azhami. Dan Al-Bani menyebutkan isnad Ibnu Mubarak dalam As-Silsilah dengan mangatakan, Ini adalah isnad yang perawi-perawinya adalah perawi-perawi kepercayaan, perawi-perawi Muslim, tetapi saya tidak tahu apakah Bakar bin Suwadah (yang meriwayatkan dari Abu Darda) ini mendengar dari Abu Darda’ atau tidak ?Hadits ini disebutkan oleh Al-Baghawi dalam Syarah As-Sunnah 2 ; 350 dan beliau menisbatkannya kepada Abu Darda’.
As-Suyuthi menisbatkannya di dalam Al-Jami’ush Shagir halaman 27 kepada Al-Hakim dan Abu Darda’ dan memberi siyarat dha’if. Demikian pula Al-Munawi mendhaifkannya dalam Faidhul Qadir 1 ; 367, hadits nomor 658.
[2]. Belaiu adalah Zainuddin Muhammad bin Abdur Ra’uf bin Tajul Arifin bin Ali bin Zainul Abidin Al-Haddadi Al-Munawi. Beliau memiliki delapan buah karangan, terutama dalam bidang hadits, biografi, dan sejarah. Beliau wafat di Kairo pada tahun 1031H. Semoga Allah merahmati beliau. Lihat Al-A’lam 6 : 204
Kalau memang megahnya masjid Kubah emas menjadi salah satu dari tanda-tanda dekatnya hari kiamat, semoga akan memberikan peringatan bagi semua orang yang belum bertaubat. Semoga semua pihak yang andil dalam pembangunan masjid ini mendapatkan balasan dari Allah karena telah mengingatkan mereka terhadap tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat. Itu mungikin akan lebih indah bagi kita dari pada saling menyalahkan, ada yang bid’ah, haram dan lain sebagainya. Saya rasa berekreasi ke Masjid untuk meni’mati indahnya masjid dan mensyukuri KaruniaNya tidak lebih jelek dari pada datang ke tempat tempat rekreasi yang bernilai ma’siat, yang terkadang di tempat tersebut tidak terdengar suara adzan yang sehingga kita bertanya tnya sudah datang apa belum waktu solat duhur, asar, maghrib artau isya’. Sekali terdengar suara adzan kita kesusahan mencari tempat solat. semoga ……. amin
[...] [sofyanhadi][wikipedia] reddit_url = [...]
ass.wr.wb.
Bu Hj. Dian mau tanya sdkt, ttg yayasan anaknya.
kira2 sehabis sy kirim ini ke ibu saya bs dpt feed backnya lg dr ibu sendiri ga??
terima kasih ya bu sebelumnya atas wktnya untuk baca tautan ini.
wasallam.
Maaf ini bukan blog-nya Ibu Dian, saya hanya menuliskan pengalaman waktu ke Masjid Kubah Emas.
Saya ingin tahu lebih jauh biografi bu Dian yang telah membangun masjid ini, siapa yh bisa beri pencerahan?
mo nanya nie,stelah smpai d’stasiun depok ingin
mnuju masjid kubah mas naek apa y,bza g klo naek
mikrolet??
n naek jrusan mna?
ingin sekali saya melihat indahnya masjid itu…..
Hm…kebanyakan kaum muslimin di Indonesia adalah orang-orang awwam dlm Dinul Islam…hujjah di atas oleh saudara usman sdh dijelaskan dgn detail, eh…pas tread di bawahnya masih nanyak angkot? ck..ck..ck…
Saya jg pernah sholat di sana, Selain menghilangkan kekhusyuan dlm beribadah karena ukiran-ukiran yg terlalu mengganggu, imamnya jg menggunakan 2 suara, maksudnya, ketika Imam Asli mengucapkan “Allahu Akbar”, maka akan ada lagi suara yang mengiriinya “Allahu Akbar” pula..dan ini sangat-sangat mengganggu..
Belum lagi sebelum Adzan ada shalawat-shawalat bid’ahnya…yg saya Haqqul yaqin jika minta dalil tentang ini pastilah mereka akan kebingungan dan tidak punya hujjah…
Belum lagi ditambah ada bagian masjid yang HANYA BOLEH dikunjungi oleh kaum hawa…sedangkan bapak-bapak di HAROMkan ke bagian masjid ini, apakah mereka lupa..siapa se yang diwajibkan ke masjid? Ibu-ibu atau malah Bapak-bapak?
Belum lagi ditambah niat kaum muslimin ke sana bukanlah untuk ibadah…akan tetapi hanya sekedar berekreasi saja…niatnya sudah rusak..harus segera diperbaikki niatnya karena ‘amalannya akan bisa ternodai dengan niat yang tdk ikhlas karena Allah ‘Azza wa Jalla..
dan masih banyak bid’ah-bid’ah lainnya…bagi yang memiliki Ilmu syar’i yg benar…saya harap ada orang yang mau menegur imam atau panitia pengurus di sana..karena mereka benar-benar kaum muslimin kaya harta tapi awwam akhirtan dan syari’at.
Wallahu a’lam.
assalamualaikum wr wb….
kebetulan satu minggu yang lalu saya bertemu beliau di rumahnya.
saya baca postingan terakhir yang menyatakan solawat2 bid’ah?????? saya tahu anda orang yang sepeti apa…..saya tahu “tipe” Islam anda.
anda bilang “benar2 kaum muslimin kaya harta tapi awwam akhirtan dan syari”atan????? apa anda tahu jika Bu Dian seorang Hafidzah???beliau hafal Al Quran
satu hal yang kemarin beliau sampaikan kepada saya….rahasia kesuksesannya adalah ilmu sedekah sesuai perintah Allah dan perbanyaklah solawat atas nabi SAW….
kepada semuanya…tolong jangan pernah Suudzon…..jika anda punya ilmu bukan uktuk menjelekkan orang lain….wassalamualaikum
Alhamdulillah makasi buat ilmu-nya lewat pengalaman yg dibagi ini..
juga buat yg bagi2 sunnah nabi di comment2nya..
mungkin niatnya membangun masjid ini bukan untuk bermegah2an atau bersaing dengan orang lain…
kalo emang dengan cara ini bisa memanggil orang untuk datang ke masjid bukannya lebih baik daripada orang2 itu ga pernah ke masjid sama sekali??
mungkin dengan liat masjid ini jadi bisa terketuk hatinya buat seterusnya ke masjid ga cuman ke kubah mas aja..
dan mengenai masalah mengganggu kekhusyukan,kalo emang sebelom sholat udah diniatkan buat lillahita’alla,insya Allah mo ada ukiran2 kaya gimana kita tetep bisa khusyuk sholatnya…
kalo selama sholat masih terganggu mungkin hati-nya belom bener2 bersih dan masih ada niat lain selain lillahita’alla..
Maaf kalo ada salah..hanya perkataan orang “awwam” terhadap Dinul Islam… ☺
Mudah2an amal ibadah kita selalu diterima Allah SWT…amiinn..
alhamdulillah dan syukurillah bahwa ada juga umat kita yang dapat membangun suatu masjid yang melambangkan kebesaran umatnya. saya belum pernah ketempatnya tapi banyak yang cerita alangkah bahagia dan senangnya ketempat tersebut semuanya karena allah. dan mudah2an saya sekeluarga di pontianak dapat juga pergi ke masjid ini.
Harapan saya semoga masjid model ini dapat juga berdiri di daerah saya yaitu Sambas Kabupaten Sambas – Kalimantan Barat.
Sudah Jangan Bertedebat mengenai Megah dan Tidak Megah…
marilah kita bersama sama syiar agama islam.
ngak usah depat kusirrr..
subhanallah, masjid kubah emas pingin banget deh kesana tapi ga tau jalannya, tapi thanks berat atas infonya.
peraturan yang aneh…anak di bawah 7 tahun dilarang masuk….masjid-masjid lain yang lebih bagus aja ga gini2 amat, mereka lebih senang anak2 kecil masuk gereja kali ya….
hmmm… keren banget ini…
sangat menginspirasi ane…
“Pada hari jum’at tgl.29 April 2011 temen bawa mobil sedan mengajak sholat jum’at di masjid kubah mas, begitu masuk gerbang diminta uang masuk sebesar 10 rb, masuk parkir agak jauh dari masjid begitu selesai sholat jum’at temen ambil mobil dimintai uang lagi 2 rb, begitu mau keluar gerbang dininta kartu parkir dimintai lagi uang 1 rb lagi, saya jadi heran rumah Allah kok dikomersilkan apa berkah? terus pertanyaan untuk apa uang infaq yang ada dalam masjid? bersamaan pula ketika itu ada mini bis hiba utama rombongan dari pln kata supirnya dimintai uang masuk sebesar 150 rb, mungkin juga prosesnya ketika habis sholat jum’at, kemungkinan kalau bis besar mungkin besar juga uang masuknya, hanya saran sebaiknya ditinjau ulang peraturannya, apa sebaiknya namanya dirubah jadi Taman Safari Masjid Kubah Mas? ini adalah pengalaman saya yang pertama di rumah Allah semoga saudara2ku kaum muslimin bisa mengambil hikmah dari pengalaman ini” salam Gus Arief
Meskipun Masjid Bagus tapi Lihat dulu Jamaah nya
[...] mencari jalan menuju kesana, saya juga mencari profil masjidnya , dari salah satu blog http://sofyanhadi.wordpress.com/2007/08/20/masjid-kubah-emas-masjid-dian-al-mahri-depok/ saya jadi tau bahwa [...]
aku ngefans banget ama ustad hasanuddin sinaga !!
ASSALAMU ALAIKUM WR WB …NAMA SAYA ROHMAN 38TAHUN, PEKERJAAN MARBOT/MUAZIN DI MASJID CIPUTAT, DISINI SAYA MEMBANTU DAN TIDAK ADA GAJI DAN INSYA ALLOH SEMUA SAYA LAKUKAN SECARA IKHLAS KARENA ALLOH,TAPI YANG MENJADI KELUHAN SAYA ADALAH UMUR SEMAKIN BERTAMBAH SEMENTARA SAMPAI SAAT INI SAYA BELUM BERKELUARGA,SAYA BERHARAP BAPAK /IBU PIMPINAN DI MASJID ATTIN ATAU SIAPA PUN YANG MEMBACA TULISAN INI MOHON BANTUANNYA AGAR SAYA TERHINDAR DARI FITNAH/DOSA ,BESAR/KECIL SUMBANGAN YANG BAPAK BERIKAN NANTINYA AKAN SAYA GUNAKAN UNTUK MODAL BERUMAH TANGGA JIKA ADA SISA SAYA AKAN GUNAKAN UNTUK MODAL USAHA NANTINYA.SAYA BERHARAP KETULUSAN HATI BAPAK/IBU SEKALIAN.JUJUR SAYA MALU MEMINTA SEPERTI INI TAPI SAYA SANGAT BERHARAP BANTUAN DARI BAPAK/IBU SEKALIAN.INI NO REK.0004401500307435 A/N:ROHMAN BTN CIPUTAT, DAN INI NO HP:085716517992.SEMUA YANG SAYA TULIS INI BENAR ADANYA.BUKANKAH ORANG MUSLIM SAUDARA ORANG MUSLIM. UNTUK ITU SAYA MINTA BANTUAN KEPADA SAUDARA SAYA YANG SEIMAN.ATAS SEGALA BANTUAN DAN SUMBANGANNYA SAYA UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH SAYA MUNGKIN TAKBISA MEMBALASNYA TAPI SAYA YAKIN ALLOH AKAN MEMBALASNYA DENGAN BALASAN YANG BERLIPAT GANDA…AMIN WASSALAMU ALAIKUM WR.WB
kapan ya bisa kesana, kalau ada yg pg bagi-biagi dong fotonya……….
saya sdh kesana,sialnya cuma liat aja dri jln sambil lewat.
to ROHMAN..= itumah namanya bukan ikhlas lillahi taala….karena memohon dan mengharap belas kasih dari orang lain….emang kaga ada kerjaan lain lg …setau saya kalau merbot sama muadzin ada waktu senggangnya….ini mah modus tukang minta2 jadi perbot sama muadzin…..
Hmmm…pngen bgt k’kb mas mumpung lg tlking” k’jkt,mg j k cpai…
Terimaksih atas infonya, info ini sangat berharga buat kami
Subhanalloh
Insya alloh, trimakash alamatnya
aku kgn sama mesjid ini, kalo pulang nanti pgn berkunjung lagi,
aslm.
mesjid ini memang indah, dan luar biasa megah, ALHAMDULILLAH, umat Islam dapat membangun suatu masjid yang melambangkan kebesaran umatnya. Tapi amat disayangkan petugas2 pelayananan mesjid tersebut kurang beretika dan sangat angkuh terhadap jemaah mesjid, hal ini terjadi ketika kami mahasiswa UNIVERSITAS NEGERI MEDAN mengunjungi tempat tsb pagi semalam tgl 10 Maret 2012, dengan arogannya sang satpam menegur kami ketika memasuki mesjid tsb.
salam hormat saya kpd satpam mesjid tsb, semoga engkau diampuni oleh Tuhanmu.
Alhamdulillah,semoga Alloh Swt Membalas dan Membangun Rumah di Surga bagi Keluarga yang membangun/membiayai Masjid Kubah Mas,Amien
Menurut saya masjid ini dibangun hanya diperuntukan bagi orang2 yg berduit saja, bagaimana tidak masuk ke dalam masjid kita diwajibkan bayar dengan tarif 25rb rupiah untuk mobil saya tidak tau kalo motor, parkir di dalam masjid 2rb, keluar masjid kita deiwajibkan bayar lagi sebesar 3rb. Masjied apaan ini? Niat ke masjid untuk beribadah malah diperas sama petugas penjaga masjid.
Buat sahabat2 yg lain klo semisal nggak mau diperas keluar masuk masjid
Terserah tanggapan apa yg ada setelah saya menulis ini tapi saya hanya menghimbau kepada sahabat agar menjauhi masjid seperti ini.
baru bberapa hari yg lalu kesana…alhamdulillah masih dibolehkan masuk padahal saya datang jam setengah 12 malam (atau karena ada kegiatan syuting tv Bimbo)..bbrp jam disitu segar sekali rasanya, sholat bisa sangat khusyu, takzim dan bisa nyambung dengan Allah SWT rasanya. Subhanallah.
Apapun pendapat diatas,saya khusnudzon saja dengan masjid ini..semoga yang membangun, yang mengurus, dan yang beribadah disana senantiasa mendapatkan pahala, rahmat dan berkah dari Allah SWT. Amiin
Bagus tp biaya parkir,penitipan, kok di tarip ya ? Biasanya masjid itu infaq seridhonya, jarak wc jauuhh bgt, gak kebayang klo dh kebelet p***s…