Judul diatas nampak profokatif dan mungkin agak aneh di dengar telinga kita. Tapi kalau saya cermati perkembangan dunia perbankan saat ini, itulah yang terjadi. Tabungan saat ini memberikan bunga/return sangat rendah, hanya berkisar 2%-5% per tahun, lebih rendah dari inflasi rata-rata di Indonesia.
Selain bunganya rendah, perbankan saat ini juga menerapkan tarip biaya administrasi yang cukup besar yaitu 5000-15000 per bulan. Sehingga jika kita menabung dibawah 5 Jt di Bank, dipastikan uang anda hanya kan digerogoti oleh biaya administrasi per bulan.
Bank BCA misalnya, untuk ATM Silver dikenakan biaya 7500 / bulan dan untuk Gold dikenakan 10000 / bulan. Dengan asumsi bunga 2 % maka untuk bisa menutup biaya administrasi tersebut dibutuhkan tabungan 4,5 Juta (Silver) dan 6 Juta (untuk Gold)
Bank Niaga misalnya mematok biaya Adm 7000 (tanpa ATM) dan 10000 (dengan ATM). Dengan asumsi bunga tabungan 2 % maka untuk tidak rugi harus menabung minimal 4,5 Juta (tanpa ATM) dan 6 Juta (dengan ATM)
OK, misalnya kita punya uang lebih dari itu, 10 Juta, 100 Juta dll. Apakah masih menguntungkan kah menabung di Bank? Dengan bunga yang hanya 2% saya kira tidak akan mampu mengimbangi kenaikan harga-harga barang.Sebenarnya hal ini justru bagus untuk iklim investasi di Indonesia, karena pemilik modal tidak akan menyimpannya di Bank, tetapi diinvestasikan supaya uang tersebut bisa tumbuh setidaknya nilainya tidak berkurang karena inflasi.
Saya jadi ingat orang tua jaman dulu, mereka tidak mengenal tabungan tetapi ternyata lebih cerdas memilih investasi pada masanya, misalnya dengan membeli Emas, Tanah, Sawah dll. Emas misalnya, sampai saat ini nilaninya terus naik, nilainya tak pernah turun termakan inflasi. Demikian juga tanah atau sawah.
Untuk cara menghitung apakah tabungan kita menguntungkan atau tidak silahkan click Link ini.










Memang menabung di Bank itu ada ruginya kalau dilihat dari suku bunga yang rendah ditambah dengan biaya administrasi yang relatif tinggi.
Tapi juga ada sisi baiknya, kalau uang tidak ditabung bisa-bisa malah habis untuk beli barang-barang yang tidak perlu.
Terus, gimana cara mengatasinya? Mungkin ada solusi yang lebih baik?
Pak Edi,
Solusinya ya di investasikan pak, investasi bisa dalam bentuk Emas, Tanah, Bangunan dan barang-barang yang kira-kira nilainya tidak akan turun.
Sekarang lagi marak-maraknya investasi Reksadana, Saham dll, saya kira alternatif ini juga bisa menjadi pertimbangan karena memberikan return yang jauh lebih tinggi dari tabungan.
BTW, ada produk tabungan Bank Muamalat yang namanya SHAR-E yang tidak memungut biaya administrasi (asal saldonya > 100 ribu), mungkin bisa dipertimbangkan kalau mau menabung.
kalau menabung di BTN produk syariahnya seperti batara wadiah juga tidak akan dikenakan biaya pengelolaan rekening mas
tp saya juga belum nabung disana
salam..
wah…nabung kok itung2an bunga…kalo pngen dapat untung jualan aja pak…
katanya bank konvensional itu haram karena bunga nya? makanya sekarang menjamur bank syari’ah… tanpa biaya adm dan tanpa bunga…
Sambil nunggu duitnya cukup buat beli emas, tanah, rumah, dll.. disimpen aja dulu di celengan ayam. Dijamin ga kemakan biaya administrasi (tapi tetep harus bersaing dengan laju inflasi)
setuju d kalo jangan nabung, uang temen gue “dihabisin” bank katanya biaya adm per bulannya 25 ribu katanyaa gila nie!
stop menyalahkan bank!! {gua bkn antek2nya bank loh} emang klu mau transaksi harus selalu pake uang tunai?? bagaimana klu mau transaksi ke luar pulau? klu ada pintu kemana saja sih enak.. – -” sekalian aja sistem barter kyk jaman engkong kite.. semua ada untung ruginya boss,. nabung dibank syariah?? hehe yg benar aja..
hallo salam kenal
kemarin aku ketemu sales Bank Danamon, katanya mereka punya tabungan yang tidak di kenakan biaya administrasi.
ada yang tahu ngak soal product tabungan nya Bank Danamon tersebut.
jangan reksadana.. itu seh kata Robert T, Kiyosaki di A Guide to Investing. soalnya kalo di reksa dana, kita tidak bisa mengontrol uang kita, semuanya tergantung dari laju di pasar modal.
karena tidak ada jaminan, uang direksa dana bisa aman juga..
Ide untuk invest di tanah, emas dll, bagus juga tuh.. karena harganya cenderung meningkat. dan saya juga setuju jangan menabung untuk menjadi kaya.. kenapa?? ntar saya bahas di blog saya deh..
Awalnya bank Muamalat memang tidak menerapkan biaya administrasi. Tapi mulai bulan September 2008 kemarin, ketentuan itu berubah. Muncul biaya Rp 3500 per bulannya bagi nasabah Ummat dan Shar-e. Ada yang tau sebabnya gak? Padahal sekarang ini Muamalat makin besar dan dari berita-berita di koran sering bilang kalo bank ini selalu mendapat laba yang semakin besar… Saya jadi merasa Muamalat yang sekarang kurang bijak dan bersahabat dengan nasabah yang saldonya minim, kayak saya ini…
Memang betul sekali! Bank sekarang cuma menjadi ‘tukang kutip’ saldo nasabah! Bank memang bukan tempat menabung, tapi tempat menyimpan uang. Tentunya buat yang uangnya banyak. Kalau diperlukan saja berurusan dengan bank. lebih baik menabung di celengan ayam! Kenapa bank sekarang menggantungkan hidup mereka dengan biaya-biaya ini-itu dari saldo nasabah?
Kalo aku sih semua investasi di coba dan di pelihara, Tabungan, Deposito, Emas meski dari kuliah baru ke kumpul 15 gram, Saham dengan modal awal dulu cuma 10 juta saja sekarang alhamdullilah udah jadi 16 juta dan sekarang mimpi mau beli tanah sendiri bukan warisan orang tua he2
wah…bner bgt tuh…
aq mw nabung di Bank,jd Pikir2…
nTar kLo ga rajin nabung’y malah abiz uang tabunganQ kena biaya bulanan…
aq kutip boleh kan???
hehe….
Dari sisi profit nabung di bank komersial emang kurang menguntungkan palagi klo bank tsb terlikwidasi aturan pemerintah krn mngment n kinerjanya “amburadul”, maksimal dana nasabah yg kjamin hanya sebesar 100 juta rph gmn klo yang punya dana lebih (stres mkirnya kan ?), masalahnya masy awam belum mengetahui gmn investasi dana yang aman, menguntungkan dan tdk ribet…..
Yg punya info akurat blhkan dpblikasikan….
Perbankan nggak peduli rakyat kecil, mau nabung kok uang nasabah yang bobol setiap bulan. bayangin 7500 perbulan itu tidak sedikit, kepengennya nabung eh buntung….
saya nabung di Share-E dari Bank Muamalat, minimal nyimpanlah. awalnya saldo diatas 100 ribu tidak dikenai biaya apapun. tiba-tiba aneh (Saya baru baca bentar ini) mulai bulan september 2009 dikenakan biaya 7.500 perbulan.
pantaslah saldo saya yang di atas 100ribu melorot jadi 76ribu. ternyata terkena biaya administasi. Jadi mau tidak mau saya terpaksa maklum –ternyata benar Bank Sekarang tidak butuh Nasabah miskin tapi butuh Nasabah kaya yang akan memperkaya mereka–
Perkembangan Perbankan Indonesia sekrang sudah tidak menguntungkan rakyat kecil, tiap nabng slalu ada biaya administrasi.. ada2 aja PADAHAL BANK SUDAH DAPAT LABA YANG BESAR…..kasihan yang tabungannnya kecil.. habis..digerogoti uangnya tiap bulan… sampe habis….
masalah hadiah juga.. yang dpt hadiah cuma mereka yang tabungannya.. ratusan juta.. yang tabungannya satu atau dua juta gigit jari. boro2 dapt hadiah yang ada duit habis dalam tabungan KARENA BIAYA ADMINISTRASI….. MEMANG DASAR KAPITALIS……
Tapi kalo ga disimpen di bank keburu diambil tuyul. Jadi bingungX<
Di investasikan dong, biar berkembang…