Akhir-akhir ini muncul berita yang cukup menghebohkan tentang hasil penelitian Fakultas Kedokteran Hewan IPB tentang adanya Makanan, Susu Formula Bayi yang Terkontaminasi Enterobacter sakazakii. Sampai blog ini ditulis belum dipublikasikan merek makanan, susu bayi yang dimaksud. Berita ini saya kutib dari webnya IPB di alamat http://www.ipb.ac.id/id/?b=598. Selengkapnya bisa dibaca dibawah ini :
Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Dr. Sri Estuningsih, mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April – Juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. ” Sampel makanan dan susu formula yang kami teliti berasal dari produk lokal,” kata Estu. Menurut Estu, selain dirinya, beberapa staf pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bergabung dalam penelitian ini antara lain: Drh.Hernomoadi Huminto MVS, Dr. I.Wayan T. Wibawan, dan Dr. Rochman Naim.
Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama, isolasi dan identifikasi E.sakazakii dalam 22 sampel susu formula dan 15 sampel makanan bayi. Tahap kedua, menguji 12 isolat E.sakazakii dari hasil isolasi dan kemampuannya menghasilkan enteroksin (racun) melalui uji sitolisis (penghancuran sel). Dari 12 isolat yang diujikan terdapat 6 isolat yang menghasilkan enteroksin. Uji selanjutnya adalah menguji isolat tersebut pada kemampuan toksinnya setelah dipanaskan. Terdapat 5 dari 6 isolat tersebut yang masih memiliki kemampuan sitolisis setelah dipanaskan.
Selanjutnya Estu menentukan satu kandidat dari isolat tersebut dan menguji enterotoksin serta bakteri vegetatifnya pada bayi mencit berusia enam hari. Bayi mencit diinfeksi melalui rute oral (cekok mulut) menggunakan sonde lambung khusus dan steril. Setelah 3 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel organ mencit tersebut. “Hasil pengujian enteroksin murni dan enteroksin yang dipanaskan dan bakteri mengakibatkan enteritis (peradangan saluran pencernaan), sepsis (infeksi peredaran darah) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak). Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan metode hispatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin Eosin.
Penelitian ini menyimpulkan di Indonesia terdapat susu formula dan makanan bayi yang terkontaminasi oleh E. Sakazakii yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis, sepsis dan meningitis pada bayi mencit. Dari hasil pengamatan histopatologis yang diperoleh masih dibutuhkan penelitian senada yang lebih mendalam untuk mendukung hasil penelitian tersebut. Sangat penting dipahami bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.
Estu secara pribadi telah menlihat langsung fasilitas salah satu perusahaan makanan dan susu formula dengan omzet terbesar di Indonesia. “Sebagian besar fasilitas tersebut telah memenuhi standar operasional prosedure perusahaan susu formula bayi, dan saat ini masih terus dilakukan upaya untuk mencegah kontaminasi tersebut,” ujar Estu. (ris)








Susu yang terkontaminasi tersebut, apakah sudah ada yang beredar dan bagaimana tindakan produsen atau supplyer yang mengetahui bahwa susu yang di distribusikanya mengandung zat berbahaya..
lalu apakah susu yang sudah terlanjur di distribusikan tersebut sudah di retur kembali untuk di musnahkan..?
By Togaye
@rahmat
Justru sebenarnya IPB itu melakukan penelitian terhadap susu dan makanan bayi yang beredar, dan menyimpulkan seperti itu. Cuma memang tidak etis kalau di publikasikan, karena akan menimbulkan keresahan masyarakat. Berita terakhir kelihatanya Menkes memrintahkan BPPOM untuk meneliti/mengkaji juga terhadap produk susu dan makanan bayi tsb.
Sangat prihatin dengan simpang siur berita di media cetak dan elektronik yang intinya hanya membuat masyarakat bingung. Sebenarnya penelitian tersebut dilakukan dengan itikad baik untuk menyelamatkan jutaan bayi yang baru lahir khan??? Kenapa harus di”hujat” dengan dalih ada agenda terselubung dibalik penelitian ini. Ya memang ada agendanya yi. memperbaiki sanitasi & higiene produksi susu formula di pabrik dan dilanjutkan dengan memberi saran penyajian (rehidrasi) susu bubuk formula baik kepada rumah sakit maupun skala rumah tangga.
Karena sudah terbiasa dengan politisasi segala masalah dan “kebijakan politis” di negeri ini, sehingga orang/sekelompok orang yang membawa misi menyelamatkan bayi-bayi sebagai penerus bangsapun dianggap mempunyai unsur politis jg..
Itu kan masih dari IPB…belum dipublikasikan pemerintah,,,
bagusnya IPB memang gak perlu dipublikasikan, kasih tau aja pemerintah, biar pemerintah yang ngusut…
masyarakat jadi takut tuh minum susu…
padahal minum susu kan pelengkap dan sangat berpengaruh bagi gizi..
jangan2 ada mksd di belakang itu yang membuat Indonesia semakin tertinggal dalam minum susu. India saja masyarakatnya lebih banyak minum susu dibanding Indonesia
[...] Makanan Bayi dan Susu Yang Tercemar Bakteri [...]
iya nech …
Gara-gara Sakazakii Sepitik Rusak Susu Sebelanga !
I deadly dont believe it.
Gw gak percaya sedikit pun sampe merek-merek susu yg di-indikasikan tercemar “apalah itu namanya” sudah diumumkan… dan kenapa harus bilang produk lokal kalo tdk dibarengi dengan penyebutan merek2 tsb..??
Bagaimanapun juga, ASI adalah yang terbaik untuk bayi. Bahkan sampe umur 2 Tahun. Mana ada susu formula yang sampe tahan dengan batas kadaluarsa 2 tahun? Ya tentu banyak bakterinya….
Tolong dong macam susu ama makanan bayi dipublikasikan. Karena anak saya minum susu formula (Asi tidak keluar). Mana ketegasan pemerintah!!!!! Ini tentang nyawa manusia, apalagi bayi yang belum mempunyai daya tahan lebih dibanding orang dewasa…..
Karena ini penting bagi para pengguna susu formula dalam hal ini orang tua. Pastinya mereka juga pada khawatir to???
IPB melakukan penelitian krn itu memang sudah tugasnya. IPB kan cuma blng kalo ada produk yg tercemar & g ada mksd sdktpun u/ bqn resah masy. lgpula slama pengolahan susu itu berjalan baik, g ada yg perlu dikhawatirkan;-) hrsnya ini membuka mata phk produsen susu u/ lbh hati2 lg& agar para ibu bsa lbh mensyukuri kberadaan ASI.jstru dgn ini, IPB ingin susu yg bredar @pasaran lbh bermutu tanpa bonus bakteri. qta kan bli susu bukan bakteri he100x
pemerintah keterlaluan karna menekan IPB buat ga kasi tau susu apa aja yg terkontaminasi. trus IPB disuruh bilang kalo susu yang mereka teliti uda ga ada di pasaran. pemerintah, apa sih maumu?? apalagi si menkes yg terhormat pake hina2 yg meriksa n meneliti tu susu “cuma” dokter hewan. parah d pemerintah sekarang apa2 ngebantah.
Memprihatinkan … sayangnya IPB ngak mau membuka seluas-luasnya. Ada apa ya?
Menkes dodol turunkan pangkatnya jadi ibu rt aja krn no action n solution.peneliti ipb thanks a lot for your research.produsen susu please gunakan your brain.dengarkanlah kami para ortu ini jgn racuni anak anak kami,jgn ambil keringat keringat yang kami kucurkan un membeli susu yang katanya untuk gizi anak kami,jgn sia siakan kami yang setiap saat berdoa untuk kesehatan dan hdp anak anak kami.pakailah nurani kalian para tersangka pembunuhan massal anak anak secara tidak langsung.hargai darah para ibu yang melahirkan anaknya.jan kalian menjadi malaikat maut bagi anak anak kami
Kalau memang intinya mau menyelamatkan jiwa harusnya pemerintah bersikap terbuka dengan memberikan penmgumuman produk2 mana yang aman dan tidak aman untuk di konsumsi. Seperti halnya masalah Jamu langsung di anouncement.
Mohon bisa dikirimkan segera list produk susu & makan yang tercemar. Banyak orang tua yang khawatir.
Heran, sudah sebulan berlalu sejak issue bakteri E. Sakazakii dihembuskan lewat media, sampai sekarang belum ada tanggapan resmi dr BPOM. Terus nunggu sampai kapan ?
Ketika berita tsb pertama kali dilansir oleh media, secara pribadi aku sdh tersenyum, apakah berani pemerintah scr transparan menyebutkan merk2 yg terkontaminasi bakteri E. Sakazakii.
Tambah tersenyum lagi ketika besoknya bu MenKes menepis berita tsb. Seharusnya jangan buru2 menyanggah sebelum ada data yg konkrit. Badan independen dlm hal ini adalah BPOM. Tapi koq tidak ada tanggapan dr BPOM ?
Bahkan beritanya sekarang dipelintir dg berita utk menggunakan ASI semaksimal mungkin. Kalau itu sih dr dulu kita tahu. Kita tidak bodoh. Indonesia adalah market yg besar bagi pemasaran susu formula.
Berita tentang Mr. Enterobacter Sakazaki merebak lagi, yang ini jauh lebih HOT, karena si Peneliti dari IPB tersebut akhirnya menyebutkan merk-merk susu yang di klaim tercemar Mr. Enterobacter Sakazaki…
”Dr. Sri Estuningsih akhirnya buka mulut, tentang merek2 susu yang katanya tercemar Enterobacter Sakazaki, antara lain adalah bebelac, dancow, susu bendera, SGM 2 dan bubur SUN…”. Benar atau tidaknya berita tersebut (tolong diklarifikasi lagi).
Menurut saya yang belajar perilaku manusia, Dr. Sri Estuningsih merasa beban yang sangat berat dalam hatinya. Setelah mencapai gelar Doktor (S3) yang dibiayai uang rakyat, tidak kuasa melihat kelebihan ilmu yang diberikan Allah kepada dirinya, melihat kenyataan didepan matanya bakteri penghancur manusia bangsanya sendiri. Nangis nih hik hik…. terharu banget.