Beberapa waktu yang lalu saya mendapat komentar dari pembaca Blog ini :
pemasaransusu | yosxavir@plasa.com | IP: 202.47.72.19
Berita tentang Mr. Enterobacter Sakazaki merebak lagi, yang ini jauh lebih HOT, karena si Peneliti dari IPB tersebut akhirnya menyebutkan merk-merk susu yang di klaim tercemar Mr. Enterobacter Sakazaki…
”Dr. Sri Estuningsih akhirnya buka mulut, tentang merek2 susu yang katanya tercemar Enterobacter Sakazaki, antara lain adalah bebelac, dancow, susu bendera, SGM 2 dan bubur SUN…”. Benar atau tidaknya berita tersebut (tolong diklarifikasi lagi).
Menurut saya yang belajar perilaku manusia, Dr. Sri Estuningsih merasa beban yang sangat berat dalam hatinya. Setelah mencapai gelar Doktor (S3) yang dibiayai uang rakyat, tidak kuasa melihat kelebihan ilmu yang diberikan Allah kepada dirinya, melihat kenyataan didepan matanya bakteri penghancur manusia bangsanya sendiri. Nangis nih hik hik…. terharu banget.
Setelah saya cari-cari informasinya di Webnya IPB ternyata ada sanggahanya yang dimuat di alamat http://www.ipb.ac.id/id/?b=623 yang selengkapnya bisa dibaca dibawah ini :
Dr Sri Estuningsih, Peneliti Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti Makanan dan Susu Formula Bayi Terkontaminasi Enterobacter sakazakii mengatakan, pesan singkat atau short message service (sms) dan pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya sudah membeberkan nama-nama merek susu di mailinglist itu tidak benar adanya. Hal ini disampaikan pada saat wawancara dengan wartawan dan tim Pariwara IPB, Kamis (6/3) di ruang kerjanya, Fakultas Kedokteran Hewan, Kampus IPB Darmaga, Bogor.
Menurutnya, pemberitaan di mailinglist dan pesan singkat itu bisa dilacak keberadaan sumbernya oleh ahlinya di bidang tersebut. “Kelihatanya itu adalah sms berantai, namun itu bisa dilacak siapa yang pertama kali memberitakan berita tersebut dan dimintai pertanggungjawab atas perbuatannya itu,” ujar Dr. Estu. Menurutnya, yang disayangkan terkait pesan singkat berantai ini dalam waktu satu hari saja bisa menyebar ke ribuan orang, dan itu dapat menimbulkan keresahan baru bagi ibu-ibu yang memiliki bayi.
“Ya kalau ibunya siap menyikapi pemberitaan tersebut, tapi kalau tidak siap, harus cross check ke mana?,” ujarnya khawatir. Memang menurutnya, ada beberapa ibu rumah tangga yang mengecek kebenaran berita itu kepada saya, namun sekali lagi saya sampaikan, bahwa berita itu tidak benar dari saya.
“Sampai hari ini sesuai dengan komitmen kami dari IPB, bahwa masalah ini sudah dijelaskan dalam roundtable beberapa waktu lalu, yang terpenting sudah dinyatakan bahwa BPOM sedang melakukan penelitian terbaru,” katanya. (man)








wah capek juga yah…krn sekalipun kita lakukan counter-balik seperti “berita itu tidak benar menurut …bla…bla…peneliti IPB” dan diminta untuk dijadikan sms berantai jg…tetap sy 90% orang lebih percaya gosip dan rumor daripada SMs peneliti IPB itu sendiri
Memang intinya susu sapi tetap aja berbahaya.
Blom hormon pertumbuhan sapi, blom sapi di paksa jadi kanibal, blom infeksi pada puting sapi, blom kandungan antibiotik dan sulfur pada sapi
susu the most political food in the world